main |
sidebar
Dicatat oleh
Kak_Jah
di
6:48 PG

Apabila mengenangkan kejadian kecurian kejam tempoh hari, hati terasa sakit betul terhadap pencuri-pencuri yang memecah masuk rumah dan membawa lari barang-barang kesayangan Kak_Jah. Tapi apabila memikirkan bahawa kejadian tersebut hanyalah sebahagian kecil daripada cubaan Allah SAW dalam hidup ini, hati mulalah muhasabah diri. Dalam usaha muhasabah diri, petikan berikut ini sangat membantu (dipetik dari laman web http://www.akhmadtefur.com )
HIKMAH MUSIBAH
1. Meningkatkan kesadaran“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.” (QS.Al-An’am : 42)
Jadikanlah momen ini sebagai tonggak peningkatan iman setinggi-tingginya.
2 . Menaikkan derajat di sisi Allah“Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS Al Baqarah 155).
Kenaikan derajat tentu saja bagi orang yang lulus ujian. Agar lulus, maka ujian harus dihadapi dengan sabar. Orang yang sabar adalah orang yang pada saat ditimpa musibah meyakini dengan sepenuhnya bahwa dia tidak merasa memiliki apa-apa, karena semuanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah (QS Albaqaah : 156). Dengan sabar ini, maka timbullah keikhlasan dan optimisme.
3. Menghilangkan dosa“Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya (HR Bukhari).
4. Mendatangkan pahala
5. Mendapat ganti dari Allah dengan yang lebih baikDari Umu Salamah, Rasul SAW, bersabda : “Tiada orang yang ditimpa musibah lalu mengucapkan kalimat (lihat di bawah), pasti Allah memberi pahala dalam musibah itu dan memberi ganti untuknya yang lebih baik dari pada yang telah lenyap. Dan sewaktu Abu Salamah meninggal, lalu kuucapkan kalimat itu, maka Allah memberi ganti bagiku yang melebihi dia, yaitu Rasul SAW.” (HR. Muslim)
Inilah doanya: INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UUN. LLOOHUMMA- JURNII FII MUSHIIBATII,WA AHLIFLII KHOIRAN MINHAA. (Sesungguhnya kami semua dijadikan Allah, dan kepada-Nyalah kami akan kembali. Ya Allah berilah kami pahala dalam menghadapi penderitaan (musibah) ini, dan berikan kami pengganti yang baik dan melebihinya).
6. Meningkatkan peluang menuju syurga“Syurga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai dan Neraka itu dikelilingi dengan berbagai macam syahwat” (HR Bukhari – Muslim).
Allah berfirman dalam sebuah hadist qudsi: “Tidaklah ada suatu balasan yang lebih pantas di sisiKu bagi hambaKu yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia bersabar atas kehilangan orang kesayanagnnya itu, melainkan surga” (HR Bukhari).
